PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Diantara masalah lingkungan hidup yang kerap kali kita dapati dalam kehidupan
sehari-hari adalah tentang limbah sampah. Dalam keseharian kita tidak akan
pernah bisa lepas dari yang namanya sampah. Segala aktivitas yang kita lakukan
tiap harinya akan menghasilkan sisa berupa sampah, apakah itu masak,
memproduksi barang tertentu, membeli makanan di warung, dan sebagainya.
Begitu “dekat”nya kita dengan limbah yang berupa sampah ini, mengharuskan kita
mampu mengupayakan penanganan sampah secara benar, efektif dan efisien. Hal ini
dikarenakan penanganan akan sampah yang tidak baik akan berdampak negatif bagi
kehidupan. Dampak negatif sampah ini tidak hanya dirasakan oleh manusia tetapi
juga makhluk hidup lainnya seperti tumbuhan dan binatang. Mengingat akan hal
tersebut diatas maka dalam makalan ini akan dibahas mengenai dampak limbah
sampah bagi binatang yang tinggal atau mencari makan disekitar tempat pembuangan
sampah.
1.2 BATASAN MASALAH
Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini meliputi:
1. Pengertian limbah dan sampah
2. Jenis-jenis sampah
3. Sumber-sumber sampah
4. Dampak sampah bagi kehidupan
5. Dampak sampah bagi binatang di tempat pembuangan sampah
1.3 TUJUAN PENULISAN
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk:
1. Memenuhi tugas mata pelajaran PKN
2. Mengetahui tentang limbah sampah, jenis-jenis sampah, dan sumber-sumbernya.
3. Mengetahui dampak sampah secara umum bagi manusia dan lingkungan serta
dampak khususnya bagi binatang.
1.4 MANFAAT PENELITIAN
Dengan disusunnya makalah ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat,
diantaranya:
1. Sebagai motivasi untuk pengembangan sikap positif terutama berkaitan dengan
sampah dan kelestarian lingkungan disekitar kita.
2. Menambah pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca mengenai sampah dan yang
berkaitan dengannya.
3. Sebagai informasi mengenai dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh sampah
yang tidak ditangani dengan baik dan benar.
4. Sebagai sumber referensi tambahan mengenai kelestarian lingkungan yang
berkaitan dengan limbah sampah
5. Bagi penulis dapat melatih diri dalam mengembangkan wawasan dalam penyusuan
karya ilmiah yang sesuai aturan tata bahasa yang baik dan benar.
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN LIMBAH DAN SAMPAH
Limbah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud
biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian barang yang rusak atau memiliki
cacat dalam pembuatan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau
buangan”. (kamus istilah lingkungan, 1994).
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil
aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis”.
(Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996)
2.2 JENIS-JENIS SAMPAHBerdasarkan komposisi/ asalnya sampah dapat digolongkan
menjadi 2 (dua) yaitu :
1. Sampah organik.
Sampah organik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat
didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Sampah ini dengan mudah
diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan
bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa-sisa
makanan, pembungkus (selain ketas, karet dan plastik), tepung, sayuran, kulit
buah, daun dan ranting.
2. Sampah Anorganik (non-organik).
Sampah anorganik yakni sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati, baik
sebagai produk sintetik maupun hasil pengolahan teknologi bahan tambang, hasil
olahan baan hayati dan sebagainya.
Sampah anorganik dibedakan menjadi :
• sampah logam dan produk-produk olahanya,
• sampah plastik,
• sampah kertas,
• sampah kaca dan keramik,
• sampah deterjen,
• dll.
Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diurai oleh
alam/mikroorganisme (unbiodegradable). Sedang sebagian lainnya hanya dapat
diuraikan dalam waktu yang lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga
misalnya botol plastik, botol gelas, tas plastik dan kaleng.
Berdasarkan sifat fisiknya, sampah digolongkan atas lima kategori, antara lain
:1. Sampah Basah (Garbage).
Terdiri dari bahan-bahan organik yang mempunyai sifat mudah membusuk (sisa
makanan, buah atau sayuran). Sifat utama dari sampah basah ini banyak
mengandung air dan cepat membusuk terutama pada daerah tropis seperti Indonesia.
2. Sampah Kering (Rubbish).
Tersusun dari bahan organik maupun anorganik yang sifatnya lambat atau tidak
mudah membusuk. Sampah kering ini terdiri atas dua golongan:
a. Metalic Rubbish - misalnya pipa besi tua, kaleng-kaleng bekas.
b. Non Metalic Rubbish - misalnya kertas, kayu, sisa-sisa kain, kaca, mika,
keramik, dan batu-batuan
3. Sampah Lembut.
Terdiri dari partikel-partikel kecil, ringan dan mempunyai sifat mudah
beterbangan, yang dapat membahayakan dan mengganggu pernafasan serta mata.
a. Debu, berasal dari penyapuan lantai rumah atau gedung, debu pengrajin kayu,
debu pabrik kapur,pabrik semen, pabrik tenun, dan lain-lain.
b. Abu berasal dari sisa pembakaran kayu, abu rokok, abu sekam, sampah yang
terbakar, dan lain-lain.
4. Sampah Besar (Bulky Waste).
Merupakan sampah yang berukuran besar, misal : bekas furnitur (kursi, meja),
peralatan rumah tangga (kulkas, TV), dan lain-lain.
5. Sampah Berbahaya dan Beracun (Hazardous Waste).
Merupakan sampah yang berbahaya baik terhadap manusia, hewan maupun tanaman,
yang terdiri dari:
a. Sampah patogen, berupa sampah yang berasal dari rumah sakit dan klinik.
b. Sampah beracun, berupa sisa-sisa pestisida, insektisida, kertas bekas
pembungkus bahan beracun, baterei bekas, dan lain-lain.
c. Sampah radioaktif, berupa sampah bahan-bahan nuklir.
d. Sampah ledakan, berupa petasan, mesiu dari sampah perang, dan sebagainya.
2.3 SUMBER LIMBAH SAMPAH
a. Sampah dari Pemukiman/ rumah tanga.Umumnya sampah rumah tangga berupa sisa
pengolahan makanan, perlengkapan rumah tangga bekas, kertas, kardus, gelas,
kain, sampah kebun/halaman, dan lain-lain.
b. Sampah Sisa Bangunan dan Konstruksi Gedung.Sampah yang berasal dari kegiatan
pembangunan dan pemugaran ini biasa berupa bahan organik maupun anorganik.
Limbah organik, misalnya : kayu, bambu, triplek. Limbah anorganik, misalnya :
semen, pasir, spesi, batu bata, ubin, besi dan baja, kaca dan kaleng.
c. Sampah Perdagangan dan Perkantoran.
Sampah yang berasal dari perdagangan misalnya berupa kardus, pembungkus, kertas
dan bahan organik termasuk limbah makanan dan restoran.
Adapun sampah yang berasal dari lembaga pendidikan, kantor pemerintah dan
swasta biasanya terdiri dari kertas, alat tulis menulis (pulpen, pensil,
spidol, dan lain-lain), toner fotokopi, pita printer, kotak tinta printer,
baterai, bahan kimia dari laboratorium, pita mesin ketik, klise film, komputer
rusak, dan lain-lain. Baterai bekas dan limbah bahan kimia harus dikumpulkan
secara terpisah dan harus memperoleh perlakuan khusus karena berbahaya dan
beracun
d. Sampah dari Industri.
Sampah ini berasal dari seluruh rangkaian proses produksi (bahan-bahan kimia
serpihan/potongan bahan), perlakuan dan pengemasan produk (kertas, kayu,
plastik, kain/lap yang jenuh degan pelarut untuk pembersihan). Limbah industri
berupa bahan kimia yang sering kali beracun memerlukan perlakuan khusus sebelum
dibuang.
e. Sampah dari Rumah Sakit.
Sampah rumah sakit merupakan sampah biomedis, seperti sampah dari pembedahan,
peralatan (misalnya pisau bedah yang dibuang), botol infus dan sejenisnya,
serta obat-obatan (pil, obat bius, vitamin). Semua sampah ini mungkin
terkontaminasi oleh bakteri dan sebagiannya beracun sehingga berbahaya bagi
manusia dan makhluk lainnya.
2.4 DAMPAK LIMBAH SAMPAH
Secara umum limbah sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan
banyak dampak negatif bagi manusia dan lingkungan, termasuk dalam hal ini
adalah binatang atau hewan. Diantara dampak negatif sampah secara umum adalah :
a) Tumpukan sampah adalah tempat bersarang dan menyebarnya bibit penyakit
seperti diare, muntaber, tifus dan jamur kulit.
b) Cairan rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau sungai akan
mencemari air.
c) Macam pencemaran udara yang ditimbulkannya misalnya mengeluarkan bau yang
tidak sedap, debu gas-gas beracun. Pembakaran sampah dapat meningkatkan
karbonmonoksida (CO), karbondioksida (CO2) nitrogen-monoksida (NO), gas
belerang, amoniak dan asap di udara.
d) Sampah yang dibuang/terbuang ke sungai sangat berpotensi menimbulkan banjir
di musim hujan
e) Tumpukan sampah dengan baunya yang tidak sedap akan mengurangi kenyamanan
dan keindahan lingkungan.
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Berdasarkan uraian pada pembahasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai
berikut:
a. Dalam keseharian kita tidak bisa lepas dari yang namanya sampah. Oleh karena
itu sampah harus ditangani dan di olah dengan benar agar dampak negatif yang
dapat ditimbulkan sampah tersebut bisa diminimalisir.
b. Banyak sekali jenis-jenis sampah yang mana masing-masingnya memerlukan jenis
atau cara pengolahan yang berbeda. Misalnya sampah organik bisa dijadikan pupuk
kompos, dan sampah anorganik bisa didaur ulang.
c. Sumber-sumber limbah sampah sangat beragam, demikian pula jenis sampah yang
dihasilkan juga beragam.
d. Sampah dapat menimbulkan dampak-dampak negatif baik bagi manusia, lingkungan
maupun makhluk hidup lainnya seperti binatang.
3.2 SARAN
Hendaknya kita senantiasa memperhatikan kelestarian lingkungan disekitar kita
dan menjaga kebersihannya, diantaranya dengan membuang sampah pada tempatnya
dan memilah-milah sampah berdasarkan jenisnya. Dengan demikian proses
pengolahan limbah sampah akan lebih mudah untuk dilakukan. Selain itu kita juga
bisa melakukan kegiatan pengolahan sampah seperti:
a. Membuat kompos dari sampah-sampah organik.b. Membuat benda-benda kerajinan
dari barang-barang bekas